GERAKAN NASIONALIS INTELEK MAHASISWA (GENTA)

LKMM DAN SK ISMKI WIL 4 BALI

MEDISCO AMSA UNTAD

Medical Biology and English Debate Competition (MEDISCO) - Aula FKIK Untad

INAUGURASI Achi11es

Malam Pengukuhan Angkatan 2011 (Achi11es) Kedokteran Untad

Audiensi Bersama Dinas Kesehatan Kota Palu

Evaluasi Peran Dinas Kesehatan Kota Palu dalam menjalangkan Sistem Kesehatan Daerah Kota Palu

RAKORWIL 4 ISMKI 2012

Rapat Koordinasi Wilayah 4 IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA - PALU

FAREWELL PARTY LKMM DAN SK ISMKI WIL 4

Farewell Party bersama Keluarga Besar ISMKI Wil 4 dan Alumni LKMM dan SK ISMKI WIL 4 - Bali

Selasa, 16 Desember 2014

Sebuah Kata Maaf dan Terima Kasih Untuk ISMKI Wilayah 4

Terima Kasih ISMKI Wilayah 4, Dedikasi terakhirku di Akhir Kepengurusan kita semua.



(Saat Pelantikan PHW ISMKI Wilayah 4 di Malang 2013)

Tidak terasa kepengurusan ini menyisakan waktu kurang seminggu lagi, jika dihitung dari tahun kemarin sebenanrnya kepengurusan ini sudah genap satu tahun. Desember tahun kemarin, tidak ada yang meyangka, bahkan saya sendiri pun tidakakan menyangka bahwa akan diamanahkan sebagai sekretaris wilayah 4 periode 2013 -2014, setahun ini saya akrab dipaggil pak sekwil bukan lagi ihwan sebagaimana nama panggilan saya. Hehehe, yah mungkin meski itu terkesan membuat saya bangga, tapi juga sekaligus beban moral bagi saya, krn amanah yg berat ini harus sy jalani semampu saya.
Saya memahami betul kekurangan yang saya miliki, namun saya bersyukur telah memiliki orang-orang disekitar yang telah membantu saya untuk bisa kuat menjalani kepengurusan ini, mereka semua adalah Keluarga, Sahabat saya di ISMKI, Senior dan Junior saya di Lingkup ISMKI maupun di HMPD FKIK Untad, Kawan kawan Presiden Mahasiwa beserta pengurus Lembaga di lingkup Wilayah 4 dan tentu saja Dinda saya Linda Mutiah * ciee :D dan yg lain pun. namun semua itu tidak terlepas dari ucapan Terima Kasih dan Maaf buat mereka semua. Terima Kasih karena telah sabar dan ikhlas membantu saya dan maaf jika saya belum sempurna untuk bisa memjadi orang yang lebih berguna dihadapan kalian semua dan terkadang juga mengecewakan, namun dari dasar hati saya, saya tetap mencoba menjadi yang terbaik buat kalian semua.

Kepada Mereka yang turut nyata membantu saya dari segi moril maupun materil, saya sangat bersyukur memiliki kalian semua. Saya yg awalnya sempat ragu dengan kemampuan saya, namun berkat kalian semua yang mendukung saya, saya pun tetap kuat berusah yg terbaik untuk bisa melaksanakan amanah kita semua ini dengan sebaik-baiknya.
Kepada Mereka, Terima kasih buat Sahabat saya, Mereka adalah Pengurus Inti dan staf PHW Kepengurusan ini yang begitu Solid. Mereka yang rela menyempatkan waktunya untuk bersama saya memberikan kontribusi terbaik untuk ISMKI. Sahabat saya saudara Malik, Yustia, Lano, Febi, Ica, Igm, tiwi, pimpi. Mereka berdelapan adalah orang-orang terbaik yang saya percayakan untuk membantu saya dalam menjalankan kepengurusan ini bersama staf mereka dibidang masing-masing.




Ibnu malik, sosok wasekwil ini merupakan kawan seperjuangan saya saat LKMM Wil hingga saat ini satu hal yg blm bisa berubah dari dirinya sikap tegas dan serius namun sifat inilah yg selalu menjadi faktor pemicu buat para staf PHW yg kadang nggk disiplin bukan cumin PHW loh, malik jg kadang mengignatkan kami yg BPI, namun dibalik ketegasannya itu, malik memiliki rasa peduli yg tinggi terhadap kita semua. Hal yg paling teringat bagi sy, kami berdua memiliki sifat yg sama ketika menjadi guyonan para senior dan kawan2 di ISMKI, yah sama sama memiliki sifat yg datar apalagi jika disuruh membuat suatu lelucon. Wkwkwk




Yustia (Jilbab Kuning), seperti difoto, sosok yustia adlh sosok yg murah senyum, setiap ketemu dgnnya hal pertama yg diberikan adalah senyum. Yah itulah dia.. Sosok yg peduli dan aktif. Hingga diakhir kepengurusan ini, hal ternilai dari dirinya sosok yg berjiwa besar, dimana selama kepengurusan ini, saya kadang menyulitkannya, namun sikapnya yg mengjarkan sy bagaimana cara memhami perasaan seseorang. Dia adalah bendahra yg hebat. Selama sy aktif di ISMKI, baru kali ini selama sejarah sy, institusi yg baru kembali aktif (red * Uncen) bisa membayar iuran wilayah dan nasional sekaligus. Kemajuan perbendahraan ini patut diacungi jempol. (y)


Galuh Ica (Sampingnya Yustia) nah, kalau yang satu ini, yg paling berkesan yah, dia bisa tidur dimana saja dan kapan pun tanpa kita sadari, wkwkwk/ disaat kita diskusi atau ngumpul, ica kadang2 tertidur loh. Entahlah mungkin ini sdh kebiasaannya. Hhihi. Tapi dia ini org yg sebenarnya pernah ada hati dgn sahabat sy yang juga sama-sama PHW Pengmas, pasti udah tau deh gosipnya (sorry yah ca :p) kadang galau ,kadang juga ketawa tiba2. Yah itu yg sy kenang darinya, tapi sy bangga memilikinya dedikasinya dgn pengmas, jiwa sosialisnya yg mengajarkan sy bagaiman cara memperlakukan org. sesekali dia juga menasehati dan member semangat disaat sy ada masalah. Sy belajar banyak bahasa jawa dari ica loh. Haha.



Kalau yg satu ini sepertinya sangat cinta dengan ISMKI, heheh, wanita ini namanya Lano Maharia, kenal lano sejak magang kastrat, sebagai PHW Kastrat dan sekarang Lano menjadi Sekbid sy di kastrat. Sosoknya pembawaannya menakutkan, entahlah krn mungkin lano yang sering marah2 ke aku heheh, yg paling unik dari dia itu kalau ketawa, suranya seksi coy. Hehe maaf lan. Tapi biar pun dia paling galak, saya tau hingga saat ini dia sangat peduli dgn sy, pernah sekali dia curhat membuat sy sadar akan keberadaanny yg penting dan selalu peduli terhadap sy. Saya pun merasa sering mengecewakannya namun yakinlah sy pun jg tdk akan pernah melakukan itu dgn sengaja. Mungkin khilaf inilah yg akan menjadi maafku telah meyiakan sahabt seperti lano. Hingga saat ini yg saya tau lano tetaplah sahabat bagi saya.



Nah kalau cowok ganteng ini namanya IGM Ardika, kalau igm sih kenalnya pertama kali di LKMM Bali 2012, dia ini seorang konseptor, punya analisa berpikir yg baik. Seorang oranisatoris tapi jg  bisa dikatakan sukses di akademik, orangnya amanah dgn tanggung jawabnya yg menjadi salah satu alasan knp dialah yg sy tawari menjadi Sekbid Pendpro. Bagi saya igm ini orangnya peduli, tiap ada masalah biasanya igm yg private chat perhatian gitu ke sy, entah itu masalah financial, masalah kepengurusan dll. dan tidak suka membuat masalah orangnya asik, kadang melucu meskipun tidak lucu. Heheheh.  Saya punya keyakinan dengan bekalnya sekarang ini igm akan jadi orang sukses kelak.




Nah kalau ini sang Puitis hehe, Ulviana tapi sering dipanggil Pimpi, melalui bait per bait puisi yang di tulisnya itu tersimpan makna yg mendalam. Memang seorang pimpi pandai merangkai kata. Puisi-puisinya bagus, jgn salah yah meski orangnya pandai merangkai kata dikatakan terlalu perasa tapi dia ini sekbid psdm, di balik sosoknya yg puitis tersimpan  kemampuannnya dalam memimpin bidang yg menjadi tombak sebuh organisasi yah, psdm yg inti dari kaderisasi mahasiswa. Tentu pasti orang yg memiliki pengalaman dan mental yang kuat tentang organisasi. Dengan pengalamannya dia mampu menjalankan amanahnya sbg sekbid, dulu di awal dia sempat ragu, namun keraguan itu dilawan dgn usaha dan kerja kerasnya. Terima kasih pimpi.



Nah kalau ini yang punya Danus, dia sy juluki ahlinya jualan barang. Paling tau tentang segala hal untung-rugi dll. Hehhe. Maka nggk salah dia yg ku tawari sebagai Sekbid Danus, dialah Tiwi, tiwi ini orangnya pendiam hehehe, tapi kalau lagi bergosip dgn perempuan jiwa pendiamnya jadi hilang wkwkwk. Sy pengen banget belajar buat video pasangan seperti yg dibuatnya di akun insta nya, kapan kapan ajari sy yah wi. Alhamdulillah sy bersyukur ada yg org ikhlas ingin menjadi sekbid danus, sy bangga menjadikannya sekbid danus, krn pengalamannya dan tentunya dia bisa dekat dgn semuanya. Terima kasih wi,,,






dibalik pembawaannya yg keras dan disiplin, tersimpan hati yg mulia, nah itulah yg menggambarkan sosok febi. #eaaaa. Haha, yah benar. Dia ini saingan dengan tia yg sering ngingetin dan menegur jika ada yg salah dri sy. Seorang febi itu tdk suka hal yg salah terulang terus menerus, dan pengen penerusnya lebih hebat disbanding mereka yg ada di KHIK skrng, makanya febi lagi gencar2nya menjadikan KHIK jadi bidang yg asik. Si febi jg orgnya care loh. Sy selalu merasa bangga memiliki febi yg peduli dengan sesamanya.  Terima kasih feb telah menjadi orang yg membantu sy selama ini.



Staff Bidang KHIK





Nah, untuk Bidang KHIK, bidang yang harus selalu aktif karena menyangkut tentang informasi dan jejaring. Ini merupakan bidang yang sekbidnya mama febi. Tahun ini bagi sy KHIK sudah memiliki kemajuan disbanding sebelumnya itu dengan disiplin adminstrasi yang sudah tertata rapi d an transparan, jadi untuk masalah informasi perkembangan PHW dan ISMKI, bisa diakses institusi itu yang sifatnya umum, ditambah dengan berkembangnya website wilayah 4. Disini febi, hingga kepengurusan ini akan berakhir, ditemani oleh staf yg luar biasa mulai dari agung, riskul, dimes, virgi, afad, kres, fuazzia, gunged dan yang paling tua sama tuanya dgn febi yah si reihan. Hehehe. Terima kasih yah buat Rangers KHIK telah mengabdi bersama kami di kepengurusan ini.



Staff Bidang Kastrat



Nah kalau ini mereka menamakan dirinya dengan istilah Thor !!! itu merupakan Tagline bidang Kajian Strategi (Kastrat) yg dinahkodai bu Lano. Kalau bidang ini sdh tdk bisa diragukan lagi orag-orangnya di dalam luarbiasa aktifnya itu terlihat bersemangatnya mereka ingin menerbitkan majalah kastrat yang isinya berupa pencerdasan dan hasil-hasil kajian mereka, wah salut deh buat kepekaan mereka, mereka semua memang kastraters sejati. Kalau Kastrat itu punya banyak senior yang selalu membimbing mungkin inilah salah satu alas an kenap bidang ini ditahun ini tetap bisa menjalankan semua program kerja dengan baik berkat bimbingan para senior mereka, namun apalah artinya bimbingan itu semua jika bukan karena semangat juang mereka dlm menyelesaikan program kerjanya. Kesuksesan lano tentu saja berkat kekompakannya dgn stafnya yah mereka adalah tantri, iksan, hajar, nindi, prima, saras, dea, indra. Salah satu dari mereka memang telah hilang (yahya) namun bukan berarti kastrat tidak bisa menyukseskan cita citanya. Terima kasih para Thor. Kalian Hebat !!!



Staff Bidang PSDM 



Nah kalau yg ini nih bidang yg mengembangkan mahasiswa kedokteran menjadi pemimpin dibeberapa lembaga, krn fungsinya sebagai bidang pengembangan dan kaderisasi bidang ini adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) yg Sekbidnya adlh Pimpi. Pimpi memiliki tugas yg sangat berat krn psdm adlh bidang inti sebuah organisasi kaderisasi yg baik akan membuat organisasi bisa ikut baik. Maka dari itu pimpi dibantu org yg hebat pula seperti denny, RD, topan, iliyin, akbal, atin, indah, yulia dan uci. PSDM bisa dikatakan sukses dlm melaksanakan program kerja mereka terutama yg inti itu adlh LKMM Wil, dan bbrp proker pengembangan yg lain. Bidang ini sbrnya cukup kocak krn stafnya itu sering melucu di grup PHW entah itu di motori oleh denny, akkbal ataupun topan. Wkwkwk. Tapi diselah itu mereka tetap serius dan amanah. Terima kasih yah PSDM seperti tagline kalian  “Grow with your self, develop with Us”, semoga kita semua dpt memberikan manfaat buat org lain.



Staff Bidang Pengmas



Nah ini nih kelompok yang paling aneh namanya, yah mana nggk mau aneh jika mereka menistilahkan mereka semua sebagai Gepeng, tau nggak arti dari Gepeng ? setau saya sih itu akronim dari Generasi Pengmas, jadi setiap tahun pasti deh namanya Gepeng. Hehe. Disini nih, sekbidnya ica. Meskipun proker mereka sedikit, weits jgn salah pak bu bos. Mereka punya kerjaan yg banyak krn disini proker unggulan wilayah 4, yaitu IGB (Indonesian gives back) yg tahun ini kebetulan dilaksanakan di kupang dgn FK Undana sbg penyelenggara. Proker ini sama seperti baksos yg follow up nya bisa dibilang berhasil tahun ini. Salut buat kerjasama dgn baik antara Pengmas dan FK Undana yg menjadikan IGB tahun ini bisa sangat membantu masyarakat di kupang. Kesuksesan ica sbg Sekbid pengmas, tentu sj dibantu oleh stafnya itu ada virli, septian, rainy, wirga, uyun, anto, frida, ilmawan, putri dan dian. Big thanks lah buat mereka semua. Buat pengmas, bukan hanya bekerja dgn orinetasi proker tapi krn secara nyata bisa membantu masyarakat, semoga saja usaha mereka bernilai ibadah, amin. Makasih yah Gepeng J


Staff bidang Pendpro


Nah, kalau bidang satu ini spesialisnya dalam membuka wawasan kita ttg pendidikan kedokteran, kalau sdh seperti ini pasti sdh jelas ketahuan, yah ini Bidang Pendpro yg sekbidnya adlh IGM Ardika, igm dibantu dlm menjalankan fungsi pendpro oleh putri, erlinda, humer, andika, suke, zharfan, ayis, fikri, dan ardiansyah. Mereka menamakan bidang ini sesuai tagline mereka yaitu Pendpro Cermat.!!  Katanya cermat ini akronim dari…… Cerdas Efektif Responsif Masif Akrab Tiada Tara!!! Wah mungkin mereka ini kumpulan para org cerdas yah, heheh, jelaslah kan seperti fungsi pedpro ini setidaknya mereka hrs lebih memiliki wawasan lebih ttg informasi pendidikan kedokteran agar bisa di share ke institusi. Berkat IGM dan staf pendpro cermat inilah, Pendpro pertama kali mempublikasikan Emagz Pendpro, ini suatu terobosan yah, dimana tahun2 sebelumnya pendpro katanya terkesan kaku namun sekarang lebih menarik. Good job pendpro cermat. Terima kasih atas semuanya.. :D



Staff bidang Danus


Nah kalau ini bidang Danus, mereka membuat tagline bidang mereka dgn sebutan Finding More Money and more family, dengan mencari banyak uang akan banyak mendapatkan keluarga. Wah keren2 tagliennya, selama berjalan kepengurusan, Alhamdulillah danus sudah sangat bekerja kerasa dalam melakukan fungsinya, kadang mereka membuka lapak saat tender, tapi juga harus menncari sponsorship demi mendapatkan uang agar ISMKI bisa melaksanakan prokernya dengan baik. Wah baik bangetlah orang-orangnya disini. Bidang ini, sekbidnya adalah tiwi. Dan anggotanya si reza dan sri  yg udh dua tahun mengabdi did anus wilayah , amalia, cincin, agus, keke, devitha, dan ajeng. Dan kita harus berterima kasih jg kpd para Danus nih, berkat mereka identitas ISMKI bisa mengkar ke semua institusi. Setidaknya melalui produk inilah yg membuat kita bangga menggunakan identitas ISMKI. Terima kasih yah Tiwi and the gank…



Spesial Big Thanks For :

kpd Kak Vardian Mahardika sbg Majelis Pertimbangan Agung (MPA) dari Wilayah 4, bagi saya beliau ini orang yg multitalent. Bukan hanya aktif di organisasi tapi juga sukses diakademik. Segala hal bisa dilakukannya, usaha yg membanggakan yg bbrp bulan terkahir adlh beliau bisa menjadi Duta Hilo Green. Padahal sesibuknya bisa mengorelasi semuanya. Meskippun kesibukan aktivitasnya ini, kak dika tetap meluangkan waktunya untuk memantau kepengurusan kami, beliaulah tempat saya untuk bertanya ttg segala pertimbangan dan disiplin organisasi, beliau juga yg selalu memberikan masukan sy ketika ingin mepertimbangkan keputusan yg akan sy ambil. Terima kasih atas bimbingannya selama ini kak. Sukses selalu




Yang kedua, saya ucapkan terima kasih kpd yg berada di foto ini. Mereka adalah senior-senior sy, Pengurus Inti ISMKI Wil 4 era kak Dika. Mulai sy terpilih hingga sekarang dinatara kami pengurus ini selalu mendapatkan bimbingan kpd mereka senior kami, mulai kak amril, adita, fhanda, rachma, windy, agung dan fajrin. Dari mereka pula kami bisa memformulasikan rencana program kerja kami, belajar dari kepengurusan mereka, untuk bisa memaksimalkan di kepengurusan kami. Kepada mereka yag skrng sdh aktif di koass, semoga koassnnya lancer terus. J



Kepada Kak Rais, selaku Sekjen ISMKI Periode 2014-2015, selaku senior di ISMKI Wilayah 4. Terima kasih atas bimbingannya dan telah menjadi senior yg baik, benar kata atya kanda, bahwa kepengurusan Kak Rais saat ini adalah masa keemasan buat ISMKI.  Jangan lupa ingat Koassnya kak :D

semoga sukses selalu











Kpd Kak Erlangga. Beliau ini Sekwil 4 ISMKI Periode 2011-2012. Kalau mau jujur, langkah awal kenapa sy ingin aktif di ISMKI, sewaktu kak Er hadir di Rakorwil FK Untad Palu 2012. Yang ini nih, sosok yang menginspirasi sy yg paling teringat lahirnya istilah onani intelektual yg beliau kritisi tentang keadaan Kepemimpinan ISMKI pada saat itu.
 hingga saat ini beliau selalu peduli dgn ISMKI, kadang sy sering bertanya tentang pengalamannya saat menjadi sekwil, agar sy jg bisa belajar banyak dari kepengurusan beliau.
Terima kasih kak atas segala bimbingannya.





Kpd Bunda Laily, sosok yg sering menyemangati saya di setiap status yg saya buat. Sampai saat ini sy masih berkomunikasi dgn bunda sy yg satu ini. Sama dengan senior yg lain, kesibukan beliau di koas tingkat 2, masih menyempatkan untuk hadir memberikan materi kpd beliau asalnya dari Kastrat dari beliau pula sy banyak belajar ttg kastrat. Yang paling mengharukan buat sy, adalah ketika bunda tiba2 kirim chat line kpd sy, hanya untuk memberikan semangat saya dalam menjalankan kepengurusan ini. Terima kasih bunda..










Untuk yang terakhir, Terima kasih sebesar-besarnya kpd semua rekan Mahasiswa kedokteran Indonesia Khususnya Wilayah 4. Di Wilayah 4 yg terdiri 22 Institusi ini, telah berkontribusi dan membantu kami selama setahun kepengurusan.  Mulai dari Bali, Nusra, Papua, Maluku, Jawa Timur, dan Sulawesi. Sejujurnya saya sangat bangga dgn paritispatif kita di kepengurusan tahun ini, bisa merangkul institusi yang dulunya tdk aktif bisa kembali aktif, bisa salibg membantu, kearkaban mulai terpupuk dengan kgiatan per regio. Semua merasa telah memiliki ISMKI, maka jangan heran sebuah pencapaian terbesar bagi kami selama ini bukan karena semata-mata usaha besar kpd mereka yg dipercayakan utk jadi PHW, tetapi berkat bantuan Institusi se –Wilayah 4.
Kekompakan dan rasa kekeluargaan yg selama ini tetap terpertahankan, bukan hanya di kanca wilayah namun juga di nasional. Membuat Wilayah 4 dipandang benteng besar untuk dihancurkan. Semoga kekompakan ini selalu terjaga. Amin
ISMKI yg hanya sekedar Wadah organisasi, tidak akan bisa menghasilkan apa-apa jika bukan krn kontribusi dari anggota-anggotanya (Institusi), maka dari itu lepas dari kepengurusan ini kita tetap pertahankan dan kembangkan terus jiwa kepekaan dan rasa memilki ISMKI agar kitalah yang akan membangun ISMKI Menjadi lebih baik kedepannya.
Spesial Big Thanks for Saudaraku, partner perjuanganku. Kpd kak Kiki J.Manus, Andi Ishaq, dedi, Uyun, Hara, Aditya Manulusi, Purusha, Fathir, Feelin, Gusbayu, andre, obed, Cecilia, amy, dedi K Nahak, Iful, Rony, dan presbem yg lain. Dan dilanjutkan oleh presbem yg hebat berikutnya seperti saudara hardian, ikbal, owi, indra, mifta, ashael, ishal, esa, aim, virli, sagit, ikbal, wirga, fahmi dll. Berkat kerjasama kalian semualah kita semua bisa berkeluarga dengan baik melalui perpanjngan dari kalian hubungan ISMKI dengan Institusi sbg Anggotanya yang membuat kita semua pantas mengatakan bahwa kita bisa memajukan organisasi ini agar dapat bermanfaat untuk sejawat kita dan masyarakat.

Mungkin inilah yang bisa saya berikan, meskipun sekedar ucapan Maaf dan Terima Kasih atas semua yang telah kita bangun selama ini. Semoga memiliki makna yang mendalam buat kita. Agar kekeluargaan kita semua selalu terjaga dengan baik.
Saya bangga dengan kalian,
Terima Kasih ISMKI, ISMKI Wilayah 4
KAMI BERBAKTI UNTUK ISMKI !!!


(ihwan Ukhrawi Ali)



#Terinspirasi Jurnal Sang Sekwil oleh Kak Er









The Last Video Report Sekwil part III








Rabu, 26 Juni 2013

Ketika Satpam, Berubah Fungsi (Cerita dari Kawan)


Korban Pemukulan Satpam. Dok: Bem Mipa Untad
Pada dasarnya Tugas Pokok, Fungsi, dan Peranan Satuan Pengamanan (Satpam), adalah : Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan / kawasan kerja khususnya pengamanan fisik, Usaha dan Kegiatan melindungi dan mengamankan lingkungan / Kawasan kerjanya dari setiap gangguan “Keamanan” dan “Ketertiban” serta pelanggaran Hukum,  Unsur Pembantu Pimpinan di tempat tugas dalam bidang keamanan dan ketertiban di lingkungan / kawasan kerja, danUnsur Pembantu Polri dalam Binkamtib terutama dalam bidang Penegakan Hukum di lingkungan / kawasan kerja. 

Namun, bagaimana jika Satpam sudah tidak mempunyai ketentuan-ketentuan diatas? Apa yang terjadi? 

Di Universitas Tadulako, Fenomena Satpam yang diharapkan bisa menjaga ketertiban lingkungan kampus menjadi paradigma tersendiri. Arogansi oknum Satpam semakin menjadi-jadi.  Tindakan oknum Satpam  tak lagi mencerminkan apa yang kita harapkan bersama. Sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako, merasa terkekang akan hadirnya Satuan Pengamanan ini. Mengapa hal itu terjadi? Karena Satuan pengamanan di lingkungan Untad bertindak semena-mena, tak punya sopan santun, dan menjadikan mahasiswa itu sebagai musuh mereka. 

Hampir semua Fakultas dilingkup Universitas Tadulako, mengeluhkan sikap Satuan Pengamanan Untad. BEM Mipa Untad, yang kebetulan, baru-baru ini, menjadi "sasaran empuk" amukan Satpam Untad.  

Pada saat itu, Senin, 6 Agustus 2012, sekitar pukul 16.00 Wita. Nasib naas yang dialami oleh sejumlah Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pendidikan Alam (MIPA). Ketika itu, sejumlah anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem) Fakultas Mipa Untad, mendatangi Satpam yang sedang menjaga parkiran (motor mahasiswa baru), didepan Auditorium Untad. Maksud mereka adalah untuk menanyakan kepada Satpam, apakah kendaraan yang mereka (satpam) jaga itu dipungut biaya, dan berapa biaya parkirnya? Lalu, seorang Satpam menjawab, “jangan tanyakan pada kami, pergi bertanya kepada Rektor.”  Beberapa utusan BEM Mipa bertemu Rektor Untad, untuk menanyakan hal itu. Rektor menjawab, “keputusannya nanti jam empat sore (senin, 6 Agustus), apakah dipungut biaya parkir atau tidak.”

Setelah kejadian itu, anggota Bem Mipa, kembali ke Fakultasnya. Kemudian, sekitar 9 (sembilan) anggota BEM Mipa, bermaksud untuk menjemput mahasiswa baru (maba) dari MIPA, karena ormik Universitas akan selesai hari itu, dan diserahkan ke Fakultas. Sekaligus menanyakan kembali biaya parkir itu. Ketika itu pula, seorang Satpam marah, dan memanggil Satpam lainnya, hingga memukul 7 (tujuh) anggota Bem Mipa, juga dikeroyok, hingga seorang mahasiswa (Anwar, jurusan Fisika angkatan 2009, Mipa), berdarah dibagian kepala, dihantam Batu oleh Satpam.

Aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum Satpam tersebut, sangat meresahkan sejumlah mahasiswa Untad. Mahasiswa bukan lagi merasa aman, terjaga, dan merasa damai. Inilah cermin aksi yang sering kita namakan “pembantu” kepolisian itu. Berubah fungsi menjadi “preman” kampus, yang mengekang aktifitas mahasiswa, memukul hingga mengeluarkan “darah” mahasiswa.

Apa yang betul dengan “kelakuan” Satpam ini? Berdalih pada pengamanan kampus. adalah alasan mereka, padahal merekalah yang mengacaukan suasana kampus. Perlakuan sewenang-wenang itu, tak ubahnya, apa yang telah dilakukan oleh oknum polisi di Balaesang Tanjung, dan di daerah-daerah lain, ketika menghadapi aksi rakyat yang mempertahankan hak-nya, ditembak “mati.” Apakah mereka berkaca pada oknum kepolisian itu?

Padahal apa yang dikatakan Rektor Untad, Basir Chio disalah satu media lokal, bahwa Satuan Pengamanan (Satpam) harus menjaga emosi, menjaga hubungan baik dengan mahasiswa, dan masyarakat kampus lainnya. Namun, harapan Rektor Untad itu, menjadi sebuah catatan terpendam atau tak lebih dari “masuk telinga kiri, keluar telinga kanan.” Sehingga, tak jarang sejumlah mahasiswa mendiskusikan profil satpam dilingkungan Untad.  

Mahasiswa Pun Manusia

Tak berbeda dengan masyarakat kampus lainnya, mahasiswa juga manusia. Manusia yang mempunyai hak mempertanyakan, apa yang menjanggal dalam pikirannya. Zaman sekarang bukanlah zaman feodal, yang menganggap manusia lain “derajatnya” lebih rendah dari Satpam. Satpam seharusnya menjunjung tinggi hak-hak dari mahasiswa itu. Tak lagi bertingkah subjektif, hingga menyapu bersih, mengejar, membawa batu dan kayu, para mahasiswa hingga ke Fakultas MIPA dan Fakultas Tehnik. Padahal mereka bukan merampok atau mencuri fasilitas kampus, dan atau memasang “bom” di lingkungan Untad.

Jika tindakan anarkisme yang dilakukan oleh Satpam, terus-menerus seperti itu, maka mereka tak ubahnya Tentara dizaman Orde Baru. Yang mengekang, memenjarakan, bahkan membunuh mahasiswa yang memperjuangkan hak mereka. Lalu apa yang didapatkan oleh sejumlah Satpam, yang selama ini membuat “gaduh” dilingkungan Untad? Adalah dramalisir sejumlah kasus yang mengaitkan oknum Satpam, mereka tak mendapatkan hukuman apapun dari pihak birokrasi Untad, atau pimpinanya sendiri. Kesaktian Satuan Pengamanan Kampus, menjadi dogma para penerus bangsa itu, seakan mahasiswa tak punya harga diri lagi.

Tulisan ini sengaja diangkat, karena sudah bosan melihat tingkah Satpam seperti melihat mahasiswa adalah "perampok kelas kakap." 
Sadarlah wahai Satpam, Mahasiswa juga manusia, dan kalian pun manusia, bukan Anjing. Kalian mempunyai anak, yang nantinya akan kuliah. 

#MapalaKumtapala

Kamis, 23 Mei 2013

Refleksikan kembali niat Perjuanganmu wan !!!


saya tidak mengerti juga kenapa harus publikasikan kata-kata seperti ini, terkadang saya hanya ingin berharap bahwa dari sini kita saling mengerti, bahwa ada kala nya sesuatu konsep yang membuat kita berbeda bisa saling mengerti dan keterbukaan. duduk saling beragumen untuk mencari inti dari sebuah pembicaraan ini. 

Disaat orang-orang sibuk memikirkan dirinya sendiri, masih banyak orang-orang di luar sana sampai tidak bisa tidur karena memikirkan nasib orang lain.

Disaat orang-orang sibuk untuk memperkaya dirinya sendiri, masih banyak diluar sana orang-orang yang rela tidak makan agar melihat orang lain bisa ikut merasakan enaknya nasi dan lauk seperti yang pernah ia rasakan.

Disaat orang lain bercita-cita bagaimana dan seberapa besar dirinya kelak, masih ada orang-orang yang bermimpi dan memiliki cita-cita besar untuk kebermanfaatan dirinya bagi orang lain.

Disaat yang lain berpikir bagaimana sibuknya ia untuk keperluannya saat ini dan nanti di masa depan, masih banyak yang menyibukan diri untuk berbagi dan mencukupi kebutuhan saudaranya sesama makhluk tuhan.

Waktu yang kita punya sama. Ada yang menggunakannya hanya untuk dirinya. Namun, tidak sedikit yang berjuang untuk menyisihkan waktu yang ia punya agar bermanfaat bagi orang lain. Ia meletakan tanggungjawab dirinya untuk orang lain sebagai prioritas utama diatas apapun. Ia ada bukan untuk dirinya tapi untuk orang lain.

Hidupnya bukan untuk dirinya sendiri, ada hak orang lain yang perlu ia tunaikan. Memang bukan kewajiban tapi keharusan bagi mereka yang membuka hati. Bahwa masih banyak orang lain yang butuh uluran tangannya, tenaganya, waktunya, dan segala yang ia punya.


Nyayianku disaat keadilan dan kebebasanku berpendapat direnggut oleh politik kepentingan


Terjadilah pengusiran,dan penyobekan perangkat aksi,
Karena tak ingin bentrok dengan pihak manapun
memang niat awal tak akan anarkis
Massa mahasiswa mundur dan kembali ke bus awal berangkat
Namun dibus pun masih diikuti oleh "warga" tersebut
Dan keluar nada ancaman agar mahasiswa segera pergi dari sana,

SALAH PERSEPSI
Inilah kata yang tepat untuk cerita hari itu..
Siapapun itu,kami mahasiswa tak ada niat untuk menghalangi

Dan sungguh,kami sangat terkejut dengan pemberitaan yang ada dibeberapa media baik cetak maupun online..
Kami dibuat seolah-olah akan menggangu dan membatalkan

Ini ironi kawan,Ditengah semua berteriak tentang kebebasan berpendapat..
Justru kami yang ditekan dan disumbat..

Terlepas orang mencibir dan menghujat..Kami tetap akan bersatu dalam menyatakan pendapat..

Satu kata..lawan…lawan…lawan
Pendahulumu telah mewarisi keberanian
Engkau berjuang atas nama rakyat
Jangan khianati doa rakyat menyertaimu
HIDUP MAHASISWA`!!!!


Surat Terbuka Untukmu Ayahanda " Pak SBY"

Assalamualaikum Wr Wb.

Pak SBY ,
Sebelum tidur malam nanti , setelah membaca surat ini , tolong bapak renungkan , apa yang akan kita katakan kepada anak cucu kita nanti , bila mereka bertanya bahwa kita sudah tahu bahwa rokok itu racun , bahwa rokok itu menyebabkan begitu banyak penyakit , bahwa sudah lima juta orang (yang sebagian besarnya ada di negara negara miskin dan berkembang) setiap tahun mati karena penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok , tapi kita tidak berbuat apa apa .

Apa yang akan menjadi jawaban , bila nanti mereka bertanya tentang FCTC , yang sudah diratifikasi oleh seluruh bangsa di dunia , tapi kita tidak meratifikasinya.
Saya akan dengan tulus menjawab : Anakku , aku gak tahu banyak , tapi setahuku , waktu itu presidennya namanya SBY , menkesnya SITI FADILAH SUPARI , menkeunya SRI MULYANI , menteri perindustriannya FAHMI IDRIS , menteri pertaniannya ANTON APRIANTONO menakernya ERMAN SUPARNO .

Biarlah mereka (anak cucu kita) nanti yang memilih sendiri tinta apa yang akan mereka gunakan untuk menulis nama nama pejabat yang mereka tahu bertanggung jawab atas kehancuran kesehatan anak bangsa akibat tidak diratifikasinya FCTC.

Pak SBY ,
pejamkan mata anda sesaat , pikirkan tentang jutaan rakyat yang merasa tidak mampu membeli susu buat anak anak mereka sementara rokoknya harga delapan ribu.
pikirkan tentang jutaan anak yang putus sekolah , yang katanya karena bapaknya tidak punya biaya , padahal harga rokok bapaknya sebulan minimal 200 ribu.

Pikirkan juga tentang anak anak pelajar setingat SD dan SMP yang telah turut "membiayai" pembangunan lewat cukai rokok yang mereka beli . (adakah ini membanggakan anda).
Sungguh saya ingin sekali mengerti apa yang ada di benak anda ketika terus menolak meratifikasi FCTC itu padahal 160 negara lebih telah melakukannya.

Apakah anda menganggap semua negara itu bodoh dan hanya kita saja yang pintar ?
Apakah anda menganggap semua negara itu mulus mulus saja keadaan ekonominya tanpa gejolak seperti disini ?

Apakah anda masih menganggap bahwa masalah merokok belum menjadi masalah besar yang perlu segera ditanggulangi ?

Pernahkah anda tahu bahwa para delegasi kesehatan kita sangat terhina di forum forum kesehatan dunia ? dimana mereka duduk dengan satu satunya pin berwarna merah menempel di baju karena datang dari negara yang tidak menandatangani dan belum melakukan aksesi
Bila anda berkenan manjawab , alamatkan saja ke alamat mail saya ini , nanti akan saya teruskan ke milis , agar teman teman saya bisa memahami jalan pikiran anda.

Terimakasih.
Wassalam.

-Indonesia Tobacco Control Network
ihwan.aly@yahoo.co.id

Minggu, 19 Mei 2013

Dinda sudah ku temukan jawabannya, inilah yang ingin ku sampaikan

Ini bukan hanya tentang aku, begitupun bukan hanya tentang dirimu. Ini tentang kita. Ya, setiap kita yang sedang bertumbuh, menuju penyempurnaan agamanya. Satu per satu rekan-rekan, kerabat, senior, adik junior. Membaca tulisan ini, beberapa kita mungkin menganggapnya galau. Galau kini seolah menjadi terminologi untuk segala pembicaraan terkait konsepsi hubungan, miris. Beberapa lainnya mungkin antusias, seolah mewakili gejolak yang ada di dalam hatinya. Selebihnya, mungkin tak peduli. Tulisan ini merupakan sebuah jawaban dari ketidakpastian yang aku rasakan yang selama ini ku sampaikan disaat ta'lim rutinan HMPD..
berusaha setia dengannya, menunggu dirinya dan selalu menjaga hati untuknya itulah yang berusaha aku bangun disaat dirinya tidak memberikan sesuatu yang pasti untuk diriku, namun untuk hari ini melalui tulisan inilah ku lengkapi semua jawaban dari ketidakpastian tersebut. semoga bisa saling merefleksikan satu sama lain. ----

Menjadi hal yang wajar, di rentang usia sepertiku, konsepsi terkait hubungan terutama dalam konteks pernikahan sedang ramai dibicarakan. Tulisan ini hadir bukan untuk membangun kegelisahan yang merisaukan, namun mencoba menjadi salah satu sarana kecil membangun persiapan dan sedikit refleksi untuk ku, kamu, dan setiap kita yang sedang , akan, atau telah membangun pernikahan.
Tidaklah cukup menikah dengan hanya beralasan keinginan untuk melindungi dan dilindungi, keinginan untuk disayang dan menyayangi, diperhatikan dan memperhatikan, ditemani dan menemani atau sejenisnya. Menikah bukan perkara sesederhana itu. Menikah adalah perkara tanggungjawab. Siapkah kita menjalani tanggungjawab itu?
Disegerakan, namun bukan tergesa-gesa. Mari kita alihkan energi cinta kita bukan untuk sekadar melihat, bukan hanya untuk memikirkan tentang dirinya yang terbaik bagi kita. Namun untuk mempersiapkan. Meningkatkan kualitas diri. Bukankah memperbaiki diri berarti memperbaiki jodoh? Hal ini berlaku tak hanya untuk laki-laki yang akan menjemput takdir jodohnya. Begitupun dengan perempuan, jangan sampai menunggu hanya digunakan untuk menutupi ketidaksiapan dan membebankan seluruhnya kepada para lelaki.

Lalu bagaimana mengenai perkara seseorang yang senantiasa berusaha meningkatkan kualitas diri, namun masih saja mendapat penolakan dalam menemukan pasangan? Jika benar sudah meningkatkan kualitas diri, menurutku ia tak merugi. Justru yang merugi adalah yang menolak, karena ia kehilangan orang yang serius membangun titik temu dengannya, untuk menggenapkan agama dengan cara yang baik, sedangkan orang yang ditolak hanya kehilangan orang yang memang tidak serius membangun titik temu dengan dirinya.

Jangan risau tentang masa depan, termasuk konteks menemukan pasangan, semuanya ada dalam genggaman Allah. Risaulah jika saat ini kita tidak serius mendekatinya. Sertakan Allah dalam perjuanganmu, karena jodoh itu bukan perkara ada yang suka pada kita atau ingin menikah dengan kita. Ternyata jodoh ialah saat Allah mengerakkan hati dua manusia untuk kemudian berkata ‘Ya Kami siap menikah.' Jangan terlalu khawatir, kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar. Hanya dirimu yang semakin mengerdil. Tenanglah, semata karena Allah bersamamu. Maka, tugasmu hanya berikhtiar! Kelak waktu yang menjadi jawaban atas takdir masa depan kita. Bicara tentang waktu, waktu nampaknya akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu panjang bagi mereka yang gelisah, dan terlalu singkat bagi mereka yang bahagia, namun waktu akan terasa abadi bagi mereka yang mampu bersyukur. Untuk itu bersyukurlah. Syukur bukan hanya perkara terima kasih atas apa-apa yang sudah Allah berikan, melainkan juga tentang berbaik sangka pada Nya. Berbaik sangkalah!

Lalu untuk kita yang sudah menemukan pasangan, atau 'calon' pasangannya. Tanggung jawab tak sekadar mencari nafkah bagi lelaki dan mengurus rumah tangga bagi perempuan. Hal seperti itu tentulah lumrah dibicarakan. Hal lain yang perlu juga mendapat perhatian ialah tentangbagaimana menerima pasangan kita dengan sempurna. Sadarilah, bahwa kita tidak pernah bisa menuntut siapapun sempurna, karena sejatinya kesempurnaan adalah kekurangan yang senantiasa diperbaiki, perbedaan yg senantiasa disatukan, perasaan saling yang membuat segalanya tergenapi. Belajarlah untuk senantiasa memahami pasangan kita. Semakin tinggi tingkat pengenalan seseorang kepada sesuatu yg dicintainya maka sesuatu yang harusnya pahit bisa menjadi manis. Engkau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya dan mencoba menjalani hidup dengan caranya. Kelak ketika kau menemukan kekurangannya, cintailah itu. Karena ketika engkau sudah bisa mencintai kekurangannya, kelak ketika kau menemukan kelebihannya, engkau akan semakin mencintainya. Dan cinta, itu akan menguatkan jiwa yang lemah, bukan melemahkan jiwa yang kuat. Ia bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan, bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan, bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. Karena itu, untuk ia yang memutuskan untuk mencintai, ia harusnya tak lagi berjanji, melainkan membuat rencana untuk memberi.

Ah bicara tentang cinta dalam konsepsi hubungan nampaknya jadi hal biasa. Lalu bagaimana dengan cemburu? Suatu hal di jaman kita sekarang yang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain? Cemburu bagiku terdefinisi sebagai ketidaksenangan seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu termasuk sifat yang baik menurutku, bagi laki-laki maupun perempuan.

Hal lain yang mendasari konsepsi hubungan, terutama bagi yang sudah menemukan pasangannya, ialah perkara komitmen. Berperasaanlah dengan komitmen, atau berkomitmenlah dengan perasaanmu. Komitmen adalah kunci pembuka pintu mimpi agar hadir menjadi kenyataan.Komitmen adalah sesuatu yang akan membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses. Komitmen yang membuat segalanya mengalir seperti kemauan kita, karena melalui komitmen kita mampu mengendalikan semua hal menjadi lebih baik. Karena komitmen adalah totalitas sebuah perjuangan.

Sungguh terhormat setiap kita yang memegang teguh komitmennya, menjaga kesetiannya. Senantiasa berhati-hati menjaga hatinya. Mata dan telinga merupakan pintu, dan hati merupakan rumahnya. Untuk itu, senantiasa kawal apa saja yang masuk melalui pintu agar rumah kita selamat, agar hati kita selamat, bersetia pada hati. Ingat bahwa Allah mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Untuk itu, jaga mata, jaga hati, jaga sikap. Ada yang bilang, katanya suci perempuan karena menjaga diri, gagah laki - laki sebab menepati janji. Itupun manifes dari komitmen, begitu pikirku.

Dinda, ingin rasanya aku raih pertolongan Allah dengan menjadi ketiganya. setia bersamamu, adalah keberanian menentukan sikap, bukan menunggu waktu hingga datang kedewasaan bersikap.

  Kupilih dirimu, karena aku yakin engkau mampu menggenapi kekuranganku menjadi kelebihan. Karena aku tahu, tak sempurna agamaku, kecuali engkau menggenapinya. Kupilih dirimu, karena engkau memiliki satu sayap yang bisa melengkapi sayapku yang hanya satu. Maka berdua kita mengepakkan sepasang sayap menuju surga; impian kita bersama.


  Dinda, ketika kini pada akhirnya kita bertemu, yakinlah bahwa itu bukan kebetulan. 

Sebab bagaimanapun, langkah kita akan saling tertuju, langkahku ke arahmu, langkahmu ke arahku.

semoga barokah dan bermakna,

dinda tersayang.

Linda Mutiah.

Jumat, 04 Januari 2013

saya adalah SAYA dan NIAT saya

"Saya maju atas dukungan banyak orang, dan niat saya terhimpun bersama dukungan-dukungan tersebut. Niat itu sudah tertanam kuat dalam hati ini. Niat itulah yang mendorong saya, karena Saya merasa terpanggil untuk berkontribusi nyata berdasar atas pengalaman yang sudah Saya miliki....
....Niat adalah suatu hal yang kuat dan berasal dari diri saya sendiri meski dicetuskan oleh banyak orang. Oleh karena niat itu, apabila terpilih nanti insya Allah saya siap untuk menjalani amanah ketua dengan segala pahit dan manisnya. Membagi waktu organisasidan akademik nantinya bukan menjadi beban bagi saya dan merupakan hal yang saya siap jalani karena niat ini sudah terpatri di hati dan menjadi bagian dari diri saya dan keinginan saya untuk beribadah dan berkontribusi untuk orang di sekitar saya." ___saya.adalah.saya.dengan.niat.saya___